Investor India Berniat Bikin Pabrik Gula di RI Senilai Rp 1,3 T

24 Mar Investor India Berniat Bikin Pabrik Gula di RI Senilai Rp 1,3 T

Kamis, 24/03/2016 15:42 WIB

Jakarta -Indonesia tengah menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi kalangan investor manca negara, salah satunya adalah investor gula asal India. Investor asal India hari ini menyambangi Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Luqman mengatakan, Perusahaan India, Shivshati Sugar Ltd, menyatakan minat akan berinvestasi dalam bentuk pembangunan pabrik gula baru berkapasitas 10.000 TCD di Indonesia.

“Minat investasi mereka dalam bentuk pabrik senilai US$ 100 juta (Rp 1,3 triliun). Itu untuk pabrik saja, di luar kebun,” ujar Adhi dihubungi detikFinance, Kamis (24/3/2016).

Untuk melakukan produksi hingga 10.000 TCD, pabrik ini membutuhkan lahan perkebunan tebu seluas 20.000 hektar.

“Kementerian Pertanian menawarkan tiga tempat. Nanti mereka akan memilih salah satu dari tiga lokasi yang ditawarkan itu,” jelas Adhi.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro mengatakan, pihaknya sendiri telah menyampaikan 3 lokasi yang paling memungkinkan untuk segera dimanfaatkan dalam membuat perkebunan tebu seluas 20.000 hektar.

“Kita tawarkan ada di Saumlaki di Maluku, Manggarai Barat di NTT dan Jambi. Mereka nanti akan memilih 1 dari 3 lokasi yang kami tawarkan,” sambung dia.

Di negaranya, Shivshati Sugar Ltd telah memiliki dua pabrik gula yang masing-masing memiliki kapasitas 10.000 TCD, atau total mencapai 20.000 TCD. Selain itu, mereka juga berpengalaman membangun pabrik yang mampu menghasilkan gula dengan rendemen yang tinggi sehingga lebih efisien.

“Jadi investor ini memang cukup berpengalaman. Hanya pesan saya, kamu benar punya uang nggak. Jangan sampai nanti sudah oke malah nggak jalan karena nggak punya uang. Nanti dibangun nggak, malah sertifikat usahanya diperjualbelikan. Dia jawab punya, makanya saya pandang ini peluang yang bagus sekali,” pungkas dia.
(dna/feb)

Indonesia, Market, Intelligence, Research, Assessment, Feasibility, Study, India, gula, sugar
http://finance.detik.com/read/2016/03/24/154255/3172551/1036/investor-india-berniat-bikin-pabrik-gula-di-ri-senilai-rp-13-t
http://marketintelligent-sug.com/