KEIN: Tahun ini, Sektor Otomotif Belum Bisa Gesit

03 Apr KEIN: Tahun ini, Sektor Otomotif Belum Bisa Gesit

Oleh : M fadil djailani | Minggu, 3 April 2016 | 13:45 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Ada kabar buruk dari industri otomotif di tanah air. Lantaran, laju penjualan otomotif diprediksi melambat. Meski BI telah melonsorkan suku bunga acuan, dan harga BBM turun per April ini.
Mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan mengaku pesimis dengan pertumbuhan penjualan otomotif pada tahun ini. “Otomotif kelihatannya masih berat tahun ini,” kata Johnny di Jakarta.
Pemicunya, kata Johnny, lantaran suku bunga kredit di perbankan, belum beranjak turun. Akibatnya, konsumen menunda keinginannya untuk membeli mobil.
“Sebanyak 60 persen sampai 70 persen pembeli kendaraan bermotor itu melalui kredit perbankan. Jadi, kalau interest net murah, exchane rate murah maka otomotif ikut naik,” terang mantan bos Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) ini.
Terkait penurunan harga premium dan solar (BBM) sebesar Rp 500 liter, menurut Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), belum bisa mendongkrak penjualan otomotif.
“Enggak, paradigma minyak minyak maha otomotif naik, sudah tidak berlaku lagi. Sekarang tuh ada tiga faktor, yakni exchange rate, interest rate, dan availability. Itu saja parameternya,” papar Jhonny.
Meski begitu, Johnny masih menyisakan secuil optimismenya. Khusus otomotif berupa alat berat, kemungkinan bisa melaju. Pasalnya, pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur.
“Menurut saya tahun ini ada kenaikan (permintaan) karena proyek-proyek akan jalan, (seperti) infrastruktur dan sebagainya, kendaraan berat pasti akan meningkat,” tandasnya. [ipe]

 

Indonesia, Market, Intelligence, Research, Assessment, Feasibility, Study, Rhesa, Yogaswara, Automotive, Otomotif
http://marketintelligent-sug.com/
http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2285422/kein-tahun-ini-sektor-otomotif-belum-bisa-gesit